Info Techno

  • Aplikasi /
    6 Apr 2016

    Twitter Berikan Cuti Keluarga untuk Pasangan LGBT

    Karyawan Twitter yang sedang ingin cuti keluarga (parental leave) tengah berbahagia. Per 1 Mei 2016, jejaring sosial tersebut akan memberlakukan cuti keluarga selama lima bulan untuk semua pasangan, termasuk pasangan sesama jenis atau Lesbian, Gay, Bisexual dan Transgender (LGBT). Seperti dilaporkan dari laman Fortune, alasan Twitter memberikan cuti dengan jangka waktu yang sangat lama khususnya untuk pasangan LGBT karena struktur keluarga kini sudah berubah, yang mana tugas seorang kepala keluarga diemban tak hanya oleh kalangan pria. Jeffrey Siminoff, VP Inclusion and Diversity Twitter, mengatakan perubahan metode cuti ini ditujukan untuk mengubah persepsi karyawan Twitter terkait cuti panjang. “Mengasuh anak bukanlah hal yang mudah. Maka dari itu, kedua orangtua mau tak mau har
  • Advan /
    30 Mar 2016

    Tablet Aman untuk Mata

    Para vendor tablet terus meluncurkan produk terbarunya agar tak tertinggal dari pesaingnya. Hal itu pun dilakukan Advan, yang meluncurkan tablet terbarunya Advan i7. Teknologi Eye Protection adalah salah satu keunggulan utama dari Advan i7. Eye Protection tersebut berupa teknologi nano optical film yang diklaim berguna melindungi kesehatan mata dari bahaya radiasi sinar biru (blue light). Sinar biru yang dipancarkan dari perangkat digital berefek buruk secara jangka panjang bagi mata. Menurut data Global Web Index pada kuartal IV 2015, tingkat konsumsi digital harian masyarakat melalui PC atau tablet saat ini mencapai rata-rata 4 jam 42 menit dan melalui ponsel mencapai 3 jam 33 menit. Sementara untuk tayangan televisi menghabiskan waktu 2 jam 22 menit setiap hari. Melihat data tersebut
  • Huawei /
    30 Mar 2016

    Smartphone Termurah di Dunia

    Beberapa waktu lalu, perusahaan asal India bernama Ringing Bells, resmi memperkenalkan smartphone yang diklaim paling murah di dunia. Smartphone dengan seri Freedom 251 itu hanya dihargai US$ 4 atau setara dengan Rp 53 ribu. Ringing Bells sebagai produsen juga menuturkan telah mengantongi dukungan dari pemerintah India ketika peluncuran ponsel tersebut. Namun, kabar terbaru ternyata menyebutkan kondisi yang berbeda. Dilansir Ubergizmo, Ringing Bells disebut tengah diperiksa oleh regulator India terkait banderol Freedom 251 yang kelewat murah. Adalah Kirit Somaiya, ketua partai Bharatiya Janaya yang mengajukan pemeriksaan tersebut. Somaiya telah melayangkan kritik legal terhadap Ringing Bells karena dianggap melanggar Bagian 420 dar iIPC dan UU IT India. Dalam pernyataannya, Somaiya meng
  • Aplikasi /
    14 Mar 2016

    Spotify Hengkang dari Windows Phone

    Kabar kurang menyenangkan bagi pengguna Windows Phone sekaligus aplikasi Spotify, sebab layanan streaming musik tersebut resmi menghentikan dukungan pada aplikasi di sistem operasi besutan Microsoft. Informasi ini pertama kali diketahui dari unggahan surat elektronik dari Spotify pada seorang pengguna Twitter Alessandro S. Dalam unggahan tersebut, Spotify menjelaskan aplikasi di Windows Phone 8.x tidak lagi mendapat dukungan. “Spotify mengonfirmasi tidak lagi mendukung perangkat Windows Phone 8.x,” ujar Spotify dalam keterangan resminya seperti dikutip dari laman Ubergizmo. Namun, pengguna yang sudah memiliki aplikasi Spotify masih dapat menggunakannya. Hanya, Spotify tidak akan merilis pembaruan rutin. Sementara untuk pengguna pengguna baru, aplikasi Spotify dipastikan suda
  • News /
    14 Mar 2016

    Twitter Naikkan Gaji dan Bagikan Saham Untuk Bikin Karyawan Betah

    Ada banyak cara dilakukan perusahaan untuk mempertahankan pekerjanya. Seperti yang dilakukan Twitter yang ‘merayu’ karyawannya agar tidak keluar, dengan menaikkan gaji dan membagikan saham. Dilansir dari Business Insider, Wall Street Journal melaporkan Twitter memberikan bonus tambahan berkisar US$ 50.000 hingga US$ 200.000 kepada karyawannya. Perusahaan teknologi ini juga menghibahkan karyawannya dengan saham terbatas. Padahal, Twitter telah kehilangan dua pertiga nilai sahamnya sejak 52 minggu tertinggi sebesar US$ 53,49 atau setara Rp 703 ribu rupiah (kurs Rp 13.130/dolar AS). Namun, Twitter mengambil langkah lain demi mengatasi mengatasi masalah keuangan yang timbul dari jatuhnya saham selama masa-masa sulit. Twitter tetap mempertahankan keberadaannya meskipun sedang di
  • News /
    14 Mar 2016

    Produsen Ponsel Peniru iPhone 6 Bangkrut

    Pelambatan pasar smartphone yang terjadi di Tiongkok membuat perusahaan startup produsen ponsel Dakele bangkrut. Pendiri perusahaan Ding Xiuhong membuat pernyataan melalui akun weibo dan dikabarkan hal ini menjadi kejutan tidak menyenangkan untuk para fans ponsel dengan desain mirip iPhone 6 tersebut. Untuk diketahui, Dakele jadi terkenal di Tiongkok lantaran perusahaan tersebut memproduksi ponsel Dakele 3 yang merupakan ‘kembaran’ iPhone 6. Tidak seperti ponsel tiruan lainnya, smartphone Dakele ini hadir dengan spesifikasi yang terbilang canggih sehingga cukup digemari. Selain itu, menurut Gizmo China, ponsel tersebut dibanderol dengan harga yang terjangkau, yakni sekitar US$ 240 atau Rp 3 jutaan di negara asalnya. Saat masih beroperasi, perusahaan ini selalu fokus memberik
  • Apple /
    14 Mar 2016

    Bocoran iPhone 7 Beredar

    Apple dikenal tidak pandai menyimpan rahasia. Bagaimana tidak, sebuah gambar ponsel tanpa jack headphone yang diperkirakan adalah iPhone 7 beredar luas di internet.   Mengutip laman Forbes, gambar tersebut datang dari Steve Hemmerstoffer, seorang yang selama ini memiliki rekam jejak baik dalam memberikan bocoran ponsel. Dalam gambar yang beredar tersebut, ditunjukkan sebuah case berbahan plastik untuk iPhone 7. Gambar aksesoris ponsel tersebut sekaligus menjadi teka teki tentang spesifikasi ponsel iPhone yang ditunggu-tunggu di seluruh dunia. Dikabarkan, ada dua hal yang berubah dari desain iPhone sebelumnya. Pertama, besar baterai dan juga jack headphone yang dihilangkan. Ketidakhadiran lubang untuk jack headphone pada gambar case iPhone 7 tersebut mengkonfirmasi bahwa port untuk h
  • News /
    11 Mar 2016

    Orang-orang Nongkrong di Media Sosial 109 Menit per Hari

    Kebanyakan orang menghabiskan rata-rata 109 menit dari waktunya untuk menggunakan internet. Tetapi mereka lebih banyak mengakses media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, ataupun aplikasi chatting. Mengutip informasi dari laman IBN Live, data terakhir hasil riset Global Web Index dan panelnya menunjukkan, sekitar 50.000 orang dewasa pengguna internet di seluruh dunia menghabiskan banyak waktunya di dunia maya dengan mengakses jejaring sosial. Riset itu menggambarkan, 9 dari 10 orang dewasa di seluruh dunia (92 persen) terhubung dengan internet dan memiliki paling tidak satu akun media sosial. Sementara 85 persen lainnya mengatakan bahwa mereka pengguna aktif Facebook. Selain itu, riset tersebut juga menunjukkan rata-rata konsumen memiliki hampir setidaknya 7 akun berbeda di med
  • News /
    11 Mar 2016

    Dukun di Malaysia Bisa Serang Korban Lewat Media Sosial

    Kehati-hatian dalam mengunggah gambar pribadi ternyata tak hanya bisa menghindari penyalahgunaan data, tetapi juga mampu mencegah seseorang menjadi sasaran ilmu hitam. Informasi itu diungkapkan oleh salah seorang pegawai pemerintahan di Malaysia. Mengutip informasi dari laman CNET, pejabat dari Kementerian Cyber Security Malaysia Jazannul Azriq Aripin menuturkan, pihaknya telah menemukan beberapa kasus terkait praktik ilmu hitam yang melibatkan media sosial. Seorang dukun yang disebut sebagai ‘bomoh’ biasanya mencuri foto korban dari laman media sosial untuk menjalankan praktik ilmu hitamnya. Namun, Aripin tidak membeberkan informasi lebih lanjut bagaimana praktik ini dijalankan. “Jangan kaget jika bomoh sudah makin pintar dan mereka mungkin memasang internet nirkabel
  • Huawei /
    7 Mar 2016

    Malware Baru Bobol Setengah Miliar Android

    Perusahaan keamanan mobile Skycure melaporkan bahwa sebuah malware baru mampu membobol setengah miliar handset yang berjalan di sistem operasi Android. Malware ini menimbulkan risiko “accessibility clickjacking”. Accessibility clickjacking merupakan metode yang mengerjai pengguna smartphone untuk mengklik sesuatu yang tampaknya jinak, padahal benar-benar bisa membuka celah untuk hacker. Secara sederhana, clickjacking memungkinkan hacker untuk mencuri semua informasi sensitif berbasis teks, dan mengambil tindakan dengan menggunakan sistem operasi atau aplikasi yang tidak disetujui atau bahkan tidak diketahui oleh pemilik smartphone. SMS pribadi dan pekerjaan akan terkena risiko bersama dengan e-mail pribadi dan pekerjaan, data dari aplikasi perpesanan, data sensitif pada apl

Recent Post

Recent Comments

Recent Post